pada buku yang saya gunakan sebagai acuan, "Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan" dikatakan bahwa jika manusia memiliki gangguan ginjal, maka Waktu paruh obat akan meningkat. peningkatan Waktu paruh yang terjadi ini apakan akan berpengaruh pada stabilitas obat dan efek farmakologisnya ?
pada sumber yang sama dikatakan bahwa 'jika sebuah obat dengan Waktu paruh Panjang diberikan dua kali atau lebih dalam sehari, maka terjadi toksisitas dan penimbunan obat' karena sudah terjadi penimbunan dan menyebabkan toksisitas maka akan berpengaruh terjadap kerja ginjal dan hati, pada manusia dengan gangguan ginjal dan hati tentunya Waktu paruh akan meningkat dan ginjal dan hati akan bekerja lebih berat. bukankah hal ini akan lebih memperburuk kerja organ tersebut? bagaimana cara mengatasinya?
Sejarah kefarmasian 1. Hippocrates Beliau merupakan seorang dokter yunani yang dihargai karna memperkenalkan farsmasi, beliau membuat sistematika dalam pengobatan dan juga di kenal sebagai bapak ilmu kedokteran mengapa beliau di sebut sebagai bapak dari ilmu kedokteran? karna pada zaman itu masyarakat masih belum tau tentang obat- obatan , akan tetapi hippocrates i ni mmeperkenalkan farmasi dan kedokteran secara ilmiah dan juga ia membuat sistematika dalam pengobatan, maka dari itu ia dinobatakan menjadi bapak dari ilmun kedokteran 2. Galen Beliau ini merupakan dokter dan ahli farmasi yang menciptakan suatu sistem pengobatan, fisiologi, patologi, dan juga beliau ini merupakan pengarang buku terbanyak dijamannya
Sifat kimia 1. Uap dapat membentuk campuran mudah meledak dengan udara 2. Stabil secara kimiawi dibawah kondisi ruangan standar karena mengandung zat penstabil https://youtu.be/WrVmZ1YsPH8 note: Materi saya di mulai pada menit 4:30 hingga menit 5:00
obat yang mengandung senyawa alkohol yaitu Paracetamol Sifat fisika Paracetamol yaitu berbentuk serbuk hablur, memiliki warna putih, tidak berbau, rasa sedikit pahit Simak video berikut 👇 https://youtu.be/Z84OoVSFPZQ
pada buku yang saya gunakan sebagai acuan, "Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan" dikatakan bahwa jika manusia memiliki gangguan ginjal, maka Waktu paruh obat akan meningkat. peningkatan Waktu paruh yang terjadi ini apakan akan berpengaruh pada stabilitas obat dan efek farmakologisnya ?
BalasHapuspada sumber yang sama dikatakan bahwa 'jika sebuah obat dengan Waktu paruh Panjang diberikan dua kali atau lebih dalam sehari, maka terjadi toksisitas dan penimbunan obat' karena sudah terjadi penimbunan dan menyebabkan toksisitas maka akan berpengaruh terjadap kerja ginjal dan hati, pada manusia dengan gangguan ginjal dan hati tentunya Waktu paruh akan meningkat dan ginjal dan hati akan bekerja lebih berat. bukankah hal ini akan lebih memperburuk kerja organ tersebut? bagaimana cara mengatasinya?
BalasHapus