pada buku yang saya gunakan sebagai acuan, "Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan" dikatakan bahwa jika manusia memiliki gangguan ginjal, maka Waktu paruh obat akan meningkat. peningkatan Waktu paruh yang terjadi ini apakan akan berpengaruh pada stabilitas obat dan efek farmakologisnya ?
pada sumber yang sama dikatakan bahwa 'jika sebuah obat dengan Waktu paruh Panjang diberikan dua kali atau lebih dalam sehari, maka terjadi toksisitas dan penimbunan obat' karena sudah terjadi penimbunan dan menyebabkan toksisitas maka akan berpengaruh terjadap kerja ginjal dan hati, pada manusia dengan gangguan ginjal dan hati tentunya Waktu paruh akan meningkat dan ginjal dan hati akan bekerja lebih berat. bukankah hal ini akan lebih memperburuk kerja organ tersebut? bagaimana cara mengatasinya?
Sifat kimia 1. Uap dapat membentuk campuran mudah meledak dengan udara 2. Stabil secara kimiawi dibawah kondisi ruangan standar karena mengandung zat penstabil https://youtu.be/WrVmZ1YsPH8 note: Materi saya di mulai pada menit 4:30 hingga menit 5:00
2. Jelaskan sekurang-kurangnya 5 (lima) kompetensi yang saling berkaitan satu sama lain sebagai lulusan sarjana farmasi dan berikan contoh kasus yang menggambarkan anda menguasai kelima kompetensi tersebut. https://youtu.be/FV4fSalQV9U?si=6bBLt1CxeO5_Q-lN
Persentase kekuatan digunakan dalam praktik farmasi sebagai cara mudah untuk menyatakan konsentrasi suatu bahan aktif atau tidak aktif dalam suatu sediaan farmasi simak videonya dibawah ini https://youtu.be/4CEu_E9fhWA
pada buku yang saya gunakan sebagai acuan, "Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan" dikatakan bahwa jika manusia memiliki gangguan ginjal, maka Waktu paruh obat akan meningkat. peningkatan Waktu paruh yang terjadi ini apakan akan berpengaruh pada stabilitas obat dan efek farmakologisnya ?
BalasHapuspada sumber yang sama dikatakan bahwa 'jika sebuah obat dengan Waktu paruh Panjang diberikan dua kali atau lebih dalam sehari, maka terjadi toksisitas dan penimbunan obat' karena sudah terjadi penimbunan dan menyebabkan toksisitas maka akan berpengaruh terjadap kerja ginjal dan hati, pada manusia dengan gangguan ginjal dan hati tentunya Waktu paruh akan meningkat dan ginjal dan hati akan bekerja lebih berat. bukankah hal ini akan lebih memperburuk kerja organ tersebut? bagaimana cara mengatasinya?
BalasHapus